August 11, 2011

Saya tahu kewajibanku Bunda, Ayah.

Seperti layaknya seorang anak kecil yang baru saja bisa berjalan. Sebelum dia bisa berjalan sendiri, dia dilatih bagaimana cara berjalan, dituntun dengan perhatian, kasih sayang dan penuh kesabaran. Tetapi anak itu lebih memilih berlatih sendiri, akibatnya dia jatuh bangun saat berlatih hingga dapat berjalan sendiri.  

“Menurutku itulah proses kehidupan yang paling penting”. 

Dia berani mengambil sebuah resiko dan yang belum dia tahu apa akibatnya jika dia terjatuh. Entah tangannya terluka, kakinya tergelincir hingga kemungkinan terburuk lainnya. Dengan cara latihan berjalan sendiri dia akan mandiri dan mengetahui kesalahan saat dia gagal berjalan, selanjutnya dia akan belajar dari kesalahan yang dia lakukan hingga bisa berjalan bahkan berlari mengejar apa yang dia inginkan. 

“Anak kecil yang sudah bisa berjalan, tidak mau digandeng kedua tangannya saat berjalan”. 

Tidak mengurangi rasa terima kasih yang engkau berdua berikan, bukan pula Saya sok bisa ataupun tidak mau dituntun menuju yang benar. Saya hanya ingin belajar mandiri dengan resiko-resiko yang ada. Sudah saatnya saya lepas dari tuntunan. Insya Allah, Saya tahu kewajibanku Bunda, Ayah.

No comments:

Post a Comment